Sungguh menyedihkan membaca note Guru kami tersayang, Ibu Meita Purnamasari *. Kita semua pasti tau dan menyadari bahwa Indonesia makin kesini makin menyedihkan. Ibu Pertiwi tidak pernah berhenti merintih dan berdo'a. Keterbukaan serta keadilan kian menyurut dari mata-mata orang Indonesia.
Cerpen ini sungguh indah dengan penulisan yang dapat membuat saya terbawa suasana. Apalagi, dalam penulisannya yang aduhai so sweet. Dengan mengisahkan dua orang murid yang keduanya peduli terhadap Indonesia, membuat saya yang membaca geram dengan kurangnya Keadilan serta Keterbukaan akan semua kasus-kasus yang terjadi.
Dari hasil analisis saya mengenai note 'BIN AIR MATA INI' episode awal sampai penghabisan, kita dapat melihat bagaimana Keterbukaan dan Keadilan makin diacuhkan bahkan sepertinya orang-orang yang terkait terhadap kasus-kasus tersebut seperti tidak pernah mengenal Keterbukaan dan Keadilan.
Oleh karena itu, agar tidak dikatakan asbun (asal bunyi), marilah kita berkenalan terlebih dahulu dengan Keterbukaan dan Keadilan :)
Dalam kasus Freeport, sungguh malangnya nasib orang-orang Papua. Sadarkah orang-orang barat? Mereka benar-benar tidak tahu diri. Sudah menumpang, hanya menanam modal.. tapi, kantong mereka lebih tebal dari pada kantong-kantong orang pribumi. Sungai-sungai tercemar akibat limbah hasil tambang dan orang pribumi yang berkerja dibawah naungan orang barat mendapatkan upah yang tidak seberapa. Apakah itu yang dinamakan adil? Tidak sama sekali!
Hei.. tapi kita jangan dulu menghakimi kalau orang-orang barat itu salah. Kita juga salah. Kenapa? Kita hanya diam. Kita hanya diam ketika tangan-tangan itu dengan seenaknya mengeruk kekayaan ditanah milik kita. Kita hanya mengangguk ketika modal-modal itu masuk dan kita bersedia menjadi bawahan mereka! Seharusnya kita lebih peduli.. kita harus lebih respek sama lahan kita sendiri. Bahkan, saking kurang respeknya.. lahirlah GAM yang berniat memisahkan diri dari Indonesia. Pantas saja Ibu Pertiwi selalu merintih dan ber'doa.
Sedih yaaa.. ketika mengetahui kalau saudara kita mati akibat kelaparan. Kelihatannya Indonesia itu kaya akan hasil bumi. Tapi kenapa masih ada kematian akibat kekurangan gizi? Kemiskinan dimana-mana. Busung lapar makin mewabah. Tidaklah adil untuk semuanya. Mereka seharusnya hidup sejahtera seperti warga Indonesia lainnya.
Penjara adalah tempat orang-orang yang melanggar hukum ditahan. Katanya tempat ini tidak akan memandang status atau kedudukannya.. melainkan melihat dari pelanggaran yang dilakukannya. Tapi kenyataannya tidaklah seperti itu.
Razu, seorang anak berumur 8 tahun yang seharusnya dapat menikmati masa kecilnya justru harus mendekap di penjara akibat perkelahian dengan teman sebayanya. Sedangnya seorang koruptor akan mendekap dipenjara dengan sebuah fasilitas mewah. Bahkan seperti yang ditayangkan di televisi, koruptor masih bisa keluar masuk penjara sesuka hatinya tanpa peduli ia sedang dihukum atas perbuatannya terhadap negara. Teman, ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI.
SOLUSI :
* note berisi cerpen yang berjudul 'Bin Air Mata Ini' yang di posting via facebook.
Cerpen ini sungguh indah dengan penulisan yang dapat membuat saya terbawa suasana. Apalagi, dalam penulisannya yang aduhai so sweet. Dengan mengisahkan dua orang murid yang keduanya peduli terhadap Indonesia, membuat saya yang membaca geram dengan kurangnya Keadilan serta Keterbukaan akan semua kasus-kasus yang terjadi.
Dari hasil analisis saya mengenai note 'BIN AIR MATA INI' episode awal sampai penghabisan, kita dapat melihat bagaimana Keterbukaan dan Keadilan makin diacuhkan bahkan sepertinya orang-orang yang terkait terhadap kasus-kasus tersebut seperti tidak pernah mengenal Keterbukaan dan Keadilan.
Oleh karena itu, agar tidak dikatakan asbun (asal bunyi), marilah kita berkenalan terlebih dahulu dengan Keterbukaan dan Keadilan :)
- Keterbukaan adalah hal terbuka. Merupakan perwujudan sikap jujur, rendah hati, adil, serta mau menerima pendapat serta kritik dari orang lain. (sumber : LKS Tuntas. halaman 45)
- Keadilan adalah kejujuran, ketulusan, dan keikhlasan. Suatu tindakan tidak berdasarkan kesewenang-wenangan. (sumber : LKS Tuntas. halaman 46)
Dalam kasus Freeport, sungguh malangnya nasib orang-orang Papua. Sadarkah orang-orang barat? Mereka benar-benar tidak tahu diri. Sudah menumpang, hanya menanam modal.. tapi, kantong mereka lebih tebal dari pada kantong-kantong orang pribumi. Sungai-sungai tercemar akibat limbah hasil tambang dan orang pribumi yang berkerja dibawah naungan orang barat mendapatkan upah yang tidak seberapa. Apakah itu yang dinamakan adil? Tidak sama sekali!
Hei.. tapi kita jangan dulu menghakimi kalau orang-orang barat itu salah. Kita juga salah. Kenapa? Kita hanya diam. Kita hanya diam ketika tangan-tangan itu dengan seenaknya mengeruk kekayaan ditanah milik kita. Kita hanya mengangguk ketika modal-modal itu masuk dan kita bersedia menjadi bawahan mereka! Seharusnya kita lebih peduli.. kita harus lebih respek sama lahan kita sendiri. Bahkan, saking kurang respeknya.. lahirlah GAM yang berniat memisahkan diri dari Indonesia. Pantas saja Ibu Pertiwi selalu merintih dan ber'doa.
Sedih yaaa.. ketika mengetahui kalau saudara kita mati akibat kelaparan. Kelihatannya Indonesia itu kaya akan hasil bumi. Tapi kenapa masih ada kematian akibat kekurangan gizi? Kemiskinan dimana-mana. Busung lapar makin mewabah. Tidaklah adil untuk semuanya. Mereka seharusnya hidup sejahtera seperti warga Indonesia lainnya.
Penjara adalah tempat orang-orang yang melanggar hukum ditahan. Katanya tempat ini tidak akan memandang status atau kedudukannya.. melainkan melihat dari pelanggaran yang dilakukannya. Tapi kenyataannya tidaklah seperti itu.
Razu, seorang anak berumur 8 tahun yang seharusnya dapat menikmati masa kecilnya justru harus mendekap di penjara akibat perkelahian dengan teman sebayanya. Sedangnya seorang koruptor akan mendekap dipenjara dengan sebuah fasilitas mewah. Bahkan seperti yang ditayangkan di televisi, koruptor masih bisa keluar masuk penjara sesuka hatinya tanpa peduli ia sedang dihukum atas perbuatannya terhadap negara. Teman, ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI.
SOLUSI :
- Bagi pemerintah, jadilah pemerintah yang terbuka bagi kami. Transparan.. tidak ada yang ditutupi. Selain itu jadilah pemerintah yang bersih. Bersih dari korupsi, bersih dari Nepotisme, bersih dari Kolusi. Sehingga kami sebagai rakyat bisa dengan tenang mengikuti tiap ritme yang pemerintah lakukan.
- Mulailah peduli pada Indonesia. Bukan pada bagian-bagiannya.. tapi keseluruhannya. Maka insyaallah tidak akan ada hal semacam GAM, kemiskinan, kelaparan.
- Terapkan pada diri kita semua agar bersikap adil. Setiap orang yang melanggar aturan harus dihukum sesuai hukum yang berlaku. Tidak melihat orang kaya/miskin, anak siapa, orang mana dan lainnya.
- Kita harus percaya bahwa semua yang pemerintah lakukan adalah yang terbaik untuk kita. Agar kita dapat bersatu dan bersama-sama membawa Indonesia ke dalam keadaan yang lebih baik. :D
* note berisi cerpen yang berjudul 'Bin Air Mata Ini' yang di posting via facebook.

