Selasa, 04 September 2012

disinilah aku

disinilah aku berada, di tengah kota antar pelajar
bertahan... berjuang meraih mimpi

disinilah aku berada, di tengah mereka para pendatang
terasa asing, tapi tak mengasingkan diri

disinilah aku berada, sendiri tanpa dua dari kalian
kesepian, merindukan kisah kita bertiga

disinilah.. disinilah aku
ini mungkin bukan mauku tapi inilah takdirku
lalu aku kan genggam takdir ini dan melambung bersamanya
melambung tinggi hingga kau dapat melihatku tersenyum dibalik awan
lalu kau melambaikan tangan menyapaku

Rabu, 04 April 2012

Kamu --> Fatamorgana

Kamu adalah fatamorgana di gurun yang panas dan kering. Melambai-lambai menyuguhkan pemandangan mata air segar membelalakan mata hatiku. Rupamu yang fana itu tak membuatku berfikir rasional. Yang aku tahu kala itu hanya berjalan mendekatimu. Kau membatku berjalan sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah menuju tempatmu dan berharap dapat menyentuh segarnya dirimu. Hingga 3 meter jauhnya aku darimu, rupamu mulai berbayang. Berbayang, lalu… Puf! Hilang begitu saja.

Aku sadar bahwa kau hanya fatamorgana. Aku tahu bahwa kau palsu. Aku tahu bahwa adanya dirimu hanya suatu penyemangat dalam hidupku. Aku tahu bahwa sekeras apapun aku mencoba mendekatimu, kau akan selalu hilang. Lalu kau muncul lagi, lalu kau hilang lagi.

Keledai pun tidak akan jatuh di lubang yang sama. Lalu makhluk apa aku ini? Bahkan hewan terbodoh seperti keledai pun tak akan terperangkap di lubang yang sama. Lalu aku benar-benar telah dibutakan olehmu, sang fatamorgana ulung! Karena ketika kau muncul, aku mendekat. Aku mendekat, kau menghilang. Kau muncul lagi, aku mendekat lagi. Aku mendekat, kau hilang lagi. Kau muncul lagi lagi, aku mendekat lagi lagi. Aku mendekat, kau hilang lagi lagi. Lagi, lagi, lagi, lagi, lagi dan begitu seterusnya…

Diantara kebodohan ini, ada sebagian diriku yang justru menikmatinya. Adapula yang kecewa dan terluka. Andai saja kau adalah mata air nyata yang diam menungguku hingga aku mendekatimu. Memiliki tempat yang tetap dan aku dapat menyentuhmu. Menikmati tawa-tawa renyah bersama. Melewati hari indah tanpa terasa. Tapi itu hanyalah andai berandai. Karena nyatanya kau tetaplah fatamorgana yang muncul tenggelam di tengah gurun hatiku yang panas dan kering…


viska ayu nirani :)

terjaga di malam hari

kau tahu bagaimana rasanya terjaga di malam hari?
heningnya malam menyelimutimu
hawa dingin bercampur sepi yang menyeruak
sepi sunyi sendiri

mencoba terlelap diantara dengkuran nikmat
namun percuma…
dengkuran-dengkuran itu justru membuatku sulit menutup mata
aku tak bisa meneriaki dengkuran itu
bukan salah mereka yang terlelap, bukan pula salahku yg tak bisa terlelap

huh.. aku hanya bisa menghela nafas
apa yang salah dengan tubuhku?
bahkan rasa capek tak bisa buatku tidur
ku peluk kakiku dan mulai terdiam
membiarkan tatapanku kosong
butiran air mata menuruni pipiku perlahan, aku menangis
aku ingin tidur..

aku ingin terlelap diantara bantal-bantal empuk
terbalut selimut lembut nan hangat
melingkarkan tangan di gulingku yang nyaman
membayangkannya pun sungguh nikmat
buatku iri dan marah
geram dan ingin menangis lebih keras dan keras lagi
berharap sebuah tangan merangkulku dan memelukku
mendengarkan keluh kesahku sambil memelukku erat
membiarkan tangisku meledak hingga beban ini hilang
hingga aku dapat menutup mataku, pergi ke alam mimpi

tapi aku masih memeluk kakiku
menitikan air mata kesal tanpa bersuara
terjaga hingga malam hilang berganti pagi


viska ayu nirani :)